Semarang, 92Online.Kemerdekaan bangsa Indonesia ini, dicapai tidak secara cuma-cuma dari
bangsa penjajah, melainkan melalui perjuangan para pahlawan yang rela
mengorbankan harta, benda dan jiwa raganya sendiri pun dipertaruhkan
demi kemerdekaan bangsa Indonesia
Tanpa terasa sudah 68 tahun kemerdekaan telah kita raih, waktu itu
tanggal 17 Agustus 1945 para pendiri bangsa Indonesia
memproklamasikan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
tercinta. Kita telah mengumandangkannya bahwa Indonesia telah merdeka,
mampu berdiri sendiri serta berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di
dunia.
Namun, setelah 68 tahun merdeka, bagaimana meningkatkan
jati diri bangsa untuk menuju masa depan yang lebih baik dengan sebuah
jati diri yang memang pantas untuk dibanggakan, baik di negeri sendiri
maupun di luar negeri.
Segala bentuk perjuangan yang dilakukannya tidak sia-sia, lewat
perjuangan yang berkesinambungan, bangsa Indonesia berhasil merebut
kemerdekaannya dari tangan penjajah. Dan teks proklamasi kemerdekaan
yang dibacakan Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi sebuah
legitimasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Seluruh penduduk Indonesia dari
berbagai lapisan masyarakat, menyambut gembira peristiwa yang sakral
dan bersejarah ini
Dalam memperingati Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang
ke-68, terlihat gejala yang menunjukkan berkurangnya rasa nasionalisme
bangsa ini. Mungkin hal ini disebabkan minimnya pengetahuan tentang
nilai-nilai sejarah dalam diri setiap individu. Jika hal ini tidak
segera dibenahi, akan berpengaruh terhadap masa depan bangsa dan negara
Indonesia tercinta
Untuk itu, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa rasa nasionalisme
itu sangat penting, sehingga diperlukan penyelenggaraan program-program
yang dapat menimbulkan rasa nasionalisme dan rasa cinta terhadap tanah
air. Jika hal ini ditanamkan dalam setiap individu, maka bangsa
Indonesia akan menghargai perjuangan bangsanya sendiri dan tidak akan
terjadi perselisihan sesama bangsanya.
Bersatu mengembalikan jati diri bangsa, berarti membangun kembali
Indonesia menjadi bangsa berbudi luhur yang memiliki peradaban, karakter
dan peduli dengan sesama dan memiliki persatuan dan kesatuan demi
Indonesia tercinta. Mengembalikan jati diri adalah tugas mulia dan
amanat yang harus dilakukan oleh semua orang yang mengaku sebagai bagian
dari bangsa ini. Sebagai bangsa yang besar tidak hanya luas wilayahnya
saja, tetapi memiliki banyak identitas yang merupakan ciri dari sebuah
identitas atau jati diri bangsa



