Halaman

Kamis, 15 Agustus 2013

Renungan dan Harapan 68 Tahun

Semarang, 92Online.Kemerdekaan bangsa Indonesia ini, dicapai tidak secara cuma-cuma dari bangsa penjajah, melainkan melalui perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan harta, benda dan jiwa raganya sendiri pun dipertaruhkan demi kemerdekaan bangsa  Indonesia
Tanpa terasa sudah 68 tahun kemerdekaan telah kita raih, waktu itu  tanggal 17 Agustus 1945  para pendiri  bangsa Indonesia  memproklamasikan  berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta. Kita telah mengumandangkannya  bahwa Indonesia telah merdeka, mampu berdiri sendiri serta berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di dunia.
Namun, setelah 68 tahun  merdeka, bagaimana meningkatkan  jati diri bangsa untuk menuju masa depan yang lebih baik dengan sebuah jati diri yang memang pantas untuk dibanggakan, baik di negeri sendiri maupun di luar negeri.
Segala bentuk perjuangan yang dilakukannya tidak sia-sia, lewat perjuangan yang berkesinambungan, bangsa  Indonesia berhasil merebut kemerdekaannya dari tangan penjajah. Dan teks proklamasi  kemerdekaan yang dibacakan Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi sebuah legitimasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Seluruh penduduk Indonesia dari berbagai lapisan masyarakat, menyambut gembira peristiwa yang sakral dan bersejarah ini
Dalam memperingati Proklamasi Kemerdekaan  Republik Indonesia yang ke-68, terlihat  gejala yang menunjukkan berkurangnya rasa nasionalisme bangsa ini. Mungkin hal ini disebabkan minimnya pengetahuan tentang nilai-nilai sejarah dalam diri setiap individu. Jika  hal ini tidak segera dibenahi, akan berpengaruh terhadap masa depan bangsa dan negara Indonesia tercinta
Untuk itu, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa rasa nasionalisme itu sangat penting, sehingga diperlukan penyelenggaraan program-program yang dapat menimbulkan rasa nasionalisme dan rasa cinta terhadap tanah air. Jika hal ini ditanamkan dalam setiap individu, maka bangsa Indonesia akan menghargai perjuangan bangsanya sendiri dan tidak akan terjadi perselisihan sesama bangsanya.
Bersatu mengembalikan jati diri bangsa, berarti membangun kembali Indonesia menjadi bangsa berbudi luhur yang memiliki peradaban, karakter dan peduli dengan sesama dan memiliki persatuan dan kesatuan demi Indonesia tercinta. Mengembalikan jati diri adalah tugas mulia dan amanat yang harus dilakukan oleh semua orang yang mengaku sebagai bagian dari bangsa ini. Sebagai bangsa yang besar tidak hanya luas wilayahnya saja, tetapi memiliki banyak identitas yang merupakan ciri dari sebuah identitas atau jati diri bangsa

Tidak ada komentar: